Arsitektur Ramah Lingkungan
Berbicara tentang Arsitektur ramah lingkungan tidak akan lepas dari Green Arsitektur, Bahan-bahan dan komponen bangunan yang ramah lingkungan, Desain yang ramah lingkungan dan sebagainya.
Tetapi apa sebernya yang di maksud Arsitektur ramah lingkungan? mungkin yang di maksud Arsitektur Ramah lingkungan adalah mengacu kepada bangunan yang secara Desain, Bahan, serta cara Pembangunannya semuanya besifat ramah lingkungan.
Prinsip Dasar Bangunan yang Ramah Lingkungan adalah sebagai berikut:
Tepat Guna Lahan : Hal ini berkaitan dengan tempat bangunan berdiri .jangan sampai bangunan berdiri di daerah resapan air, meskipun bangunannya adalah bangunan ramah lingkungan tetapi jika di bangun di tempat yang salah tidak akan ramah lingkungan jadinya.
Efisiensi Energi: Penghematan energi atau efisiensi energi
menjadi hal yang harus diperhatikan dalam pembangunan gedung berkonsep
green building / ramah lingkungan.
Konservasi Air : Keterbatasan sumber daya air memaksa
kita untuk berpikir bagaimana memanfaatkan sumber daya air yang ada, jika
tidak dimungkinkan untuk menambah. Kemudian, solusinya adalah dengan menghemat dan
mendaur ulang air yang ada.
Kualitas Udara : Agar
tercipta kenyamanan saat Anda berada di suatu ruang, tak hanya ditunjang
dari segi desain ruang, tapi juga kesehatan udara indoor juga perlu
diperhatikan, tidak harus menggunakan AC karna jika menggunakan AC sudah pasti akan boros Energi.
contoh bangunan Arsitektur yang ramah lingkungan :
Bangunan TK Ramah Lingkungan
Sebuah Taman Kanak-Kanak (TK) di Rotterdam, Belanda didesain dengan
konsep eco-friendly alias ramah lingkungan. Adalah sebuah perusahaan
arsitektur, Kraaijivanger yang membangun TK ini. Bangunan ini dulunya
merupakan bangunan tua bekas sebuah peternakan pada abad ke-16, yang
kemudian disulap menjadi sekolah dengan konsep bangunan ala pertanian.
Dilansir
Interiorholic, Rabu (20/11/2013), bangunan TK terdiri dari dua gedung.
Satu gedung lama, dan satu gedung baru. Kedua gedung ini memiliki 12
kelas, sebuah gym, ruang pembibitan tanaman, dan satu aula yang
berkapasitas sekitar 230 anak untuk usia 3-6 tahun. Karena memiliki
banyak ruangan yang kosong, pemilik sekolah pun memanfaatkan beberapa
ruang kosong didalam gedung ini.
Misalnya, sebuah gudang
direnovasi menjadi sebuah kelas. Atap miring yang menutupi gudang
membuat anak-anak dapat merasakan langsung sinar matahari. Dengan
demikian anak-anak dapat menikmati cahaya alami dan dapat berinteraksi
langsung dengan pemandangan alam.
Tidak hanya itu, beberapa
ruang kosong lainnya disulap mjadi kantor, ruang makan, dapur,
perpustakaan, dan ruang untuk guru. Terdapat sebuah jembatan penghubung
yang menghubungkan antara gedung lama dan gedung baru. Jembatan ini
terbuat dari kayu yang kokoh dengan struktur logam.
Arsitek gedung TK ini sangat memperhatikan susitainable gedung ini.
Misalnya dengan menerapkan teknologi modern hijau seperti pada
penggunaan energi surya, Lampu LED, sistem pengolahan limbah, dan
bahan-bahan alami untuk konstruksi dan dekorasi. Tidak hanya itu, pada
taman bermain pada TK ini pun ditanami oleh tanaman hijau dan sayur.
Arsitek
menyebut, desain ini dipilih karena dia ingin menjadikan lingkungan
alam bisa menjadi sarana pembelajaran bagi pemanfaatan sumber daya alam,
dan mengajarkan anak-anak untuk ikut bertanggungjawab pada kelestarian
lingkungan.
"Anak-anak nantinya akan berinteraksi dengan air,
tanaman, dan alam. Agar mereka bisa mengetahui bagaimana energi itu bisa
dihasilkan. Jadi, mereka dididik secara alami," katanya.
Sumber :
-http://property.okezone.com/read/2013/11/20/476/900018/bangunan-tk-yang-ramah-lingkungan-di-belanda
- http://koran-sindo.com/node/316744